Sosial Contact

Sabtu, 26 Maret 2016

Tak Ada Air, Tak Ada Kehidupan


(24/3/16) Badan Eksekutif Pertanian (BEM) Fakutas Pertanian Universitas Muria Kudus bekerjasama dengan Muria Research Center (MRC) Indonesia mengadakan Perigatan Hari Air melalui Forum Diskusi di Auditorium Universitas Muria Kudus. Diskusi tersebut dihadiri oleh tamu undangan dan juga khalayak umum
“Dengan adanya Forum Diskusi untuk memperingati  hari Air tersebut, diharapkan kita dapat mengelola air secara bijak untuk masa depan”, Ujar Ir Hadi Supriyo, MS selaku dosen pertanian dalam sambutannya. Hal tersebut juga senada diucapkan oleh Arif Hidayat selaku Panitia Peringatan Hari Air ini
Diskusi tersebut menghadirkan 3 pembicara yaitu Ir.Zed Nahdi MSc (Dosen Fakultas Pertanian UMK),  Bapak Sungkono (Praktisi tradisional di desa Rahtawu) dan M Widjanarko ( Direktur MRC Indonesia)
Diskusi di moderatori oleh Imam Khanafi, Diskusi diawali oleh Ir. Zed Nahdi, MSc yang memaparkan tentang Pola Edar di Permukaan Air dan Atmosfer, Beliau menjelaskan bahwa secara totalitas air mempunyai volume yang tetap, namun karena keserakahan umat manusia pola edar air menjadi tidak stabil, Beliau juga memaparkan tentang siklus Hidrologi, Daerah Aliran Sungai dan juga Neraca air wilayah
Seusai pembicara pertama, Diskusi dilanjutkan kembali dengan pembicara kedua yaitu Bapak Sungkono selaku Praktisi tradisional  yang juga merupakan sekretaris desa Rahtawu, Beliau mengutarakan bahwa saat ini di Rahtawu yang sangat dibutuhkan adalah jenis tanaman keras seperti tanaman kopi, Durian, Sengon ataupun alpukat. “Akar-akar tanaman keras tersebut bia mencengeram tanah tersebut sehingga tanah tak mudah mengalami erosi”, Ujar bapak sungkono . Pohon-pohon yang ditanam tak hanya sekadar dimanfaatkan hasilnya, namun juga untuk menjaga kelestarian alam
Seusai bapak Sungkono, Diskusi dilanjutkan dengan pembicara terakhir yaitu Bapak Mochammad Widjanarko selaku Direktur Muria Research Indonesia dan juga merupakan Dosen Fakultas Psikologi UMK, kali ini beliau memaparkan tetang Riset Perilaku Manusia mengenai Sumber Daya Air oleh MRC Indonesia. Beliau mengutarakan bahwa Kawasan Pegunungan Muria dengan pucak 29 (baca: songolikur) di ketinggian 1602 M dpl secara administratif terletak di Jawa Tengah, menaungi tiga kabupaten yaitu: Kudus, Jepara, dan Pati. Namun Hutan Muria, menghadapi berbagai permasalahan lingkungan. Secara biofisik kawasan ini mempunyai persoalan berupa kerusakan dan perambahan hutan lindung serta kerusakan lahan pertanian penduduk akibat praktek pengolahan lahan yang tidak ramah lingkungan.
Problem kerusakan sumber daya lingkungan  seperti perdagangan kayu, perdagangan pasir dan batu, dan perdagangan air serta peningkatan intensitas dan kualitas bencana seperti banjir, longsor dan kekeringan dalam dua dekade ini menjadi ancaman serius bagi masyarakat di Jepara, Pati dan Kudus dan sebagian Demak.
Padahal pegunungan Muria mempunyai fungsi utama sebagai penyangga kehidupan flora fauna dan penyedia air bersih untuk daerah sekitarnya.
Pada Intinya Kita harus menjaga air agar tetap berkualitas dan juga jangan mengeksploitasi air secara berlebihan.
Peringatan Hari Air ini di meriahkan oleh Teater Tiga Koma dan Juga Teater Aura, Pameran Foto juga turut menambah apik Peringatan Hari air tahun ini - (Ikhyari Fatati Noryana)

Sabtu, 12 Maret 2016

BEM Fakultas Pertanian UMK Adakan Penghijauan di Desa Karangbener, Kec Bae Kab Kudus


(12/3/16) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus (UMK) mengadakan acara Penghijauan yang bertempat di Desa Karang Bener, Kecamatan Bae Kabupaten Kudus
Acara tersebut dihadiri oleh  Peserta yang terdiri dari Mahasiswa Fakultas Pertanian, Delegasi Ormawa, Siswa SMPN 4 Bae, Siswa SDN 3 Karangbener dan juga perangkat Desa Karangbener
Sandung Hidayat, Kepala Desa Karangbener sangat mengapresiasi adanya kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan desa ini
Ir Subur Sedjati, selaku  Wakil Dekan III Fakultas Pertanian pun juga mengapresiasi adanya kegiatan ini untuk mencegah global warming dan menjaga kota Kudus khususnya Desa Karangbener ini agar tetap hijau dan lestari.
“Tujuan diadakannya Penghijauan ini adalah untuk menciptakan lingkungan yang kondusif untuk kegiatan kerukunan warga serta menjadi sumbangan oksigen dari tumbuhan yang ditanam,  Bibit yang ditanaman meliputi  bibit bangkongan, bibit nyamplung, bibit madiko dan bibit saga”, Ujar Andi Prasetyo selaku Ketua Panitia dalam Acara Penghijauan ini
Acara ini bertambah meriah dengan adanya Games seperti bola voly gila , estafet bola dan juga pengambilan bendera dengan mata tertutup
Games yang merupakan campuran dari Mahasiswa, siswa SD dan juga siswa SMP ini bertujuan untuk menjalin keakraban diantara sesama dan membuang pembatas usia antara mereka, Ujar Unggul selaku  Presiden BEM Fakultas Pertanian UMK
Acara ini ditutup dengan berbagai macam doorprize yang telah disediakan oleh panitia

Berikut adalah sebagian kecil foto-foto penghijaun di Ds Karangbener Kec Bae Kab Kudus

                                                  Presiden BEM FP Turun Tangan 



                                                     Mahasiswa sedang Menanam Pohon

                                                          Panitia Menanam Pohon

                                                       Siswa Antusias untuk Menanam


Sabtu, 04 Juli 2015

Pasangan Idaman? Ya Mahasiswa Pertanian!

Sarjana Pertanian? Pasti yang di benak kamu tentang macul, sawah, tanah, tanaman dan hal-hal kotor lainnya. Memang Fakultas Pertanian tidak sepopuler Fakultas lainnya. dan betul mereka menanam dan memelihara berbagai jenis tanaman, tapi apa yang mereka peajari bukan hanya sekadar memelihara makhluk makhluk ciptaan Tuhan. Mereka mempunyai tugas mulia dengan Jargonnya Feed the world :D Makanan merupakan kebutuhan primer untuk kita. Tanpa makanan apa yang bakal terjadi?
Percayakah kamu, kalau mahasiswa yang kuliah di Fakultas pertanian  adalah dia yang harus kamu pertahankan, apa memangnya yang membuat mereka punya nilai plus  sebagai pasangan?Kenapa mereka layak dijadikan sebagai pasangan idaman?
1.      Anak pertanian tak pilih-pilih dalam makan, mengajaknya ke Warteg dan Jajanan Kaki lima pun tak akan membuat mereka keberatan
Well,  sebagai anak pertanian mereka tau bagaimana susahnya menanam sampai memanen makanan yang mereka makan. Mereka akan lebih menghargai makanan tersebut.
Mereka enggak bakal risih jika kamu mengajak ke Warteg atau Pedagang kaki lima engan alasan enggak high class dan mentereng . Mereka dengan senang hati akan memakannya.
Makanan aja mereka hargai sebegitunya , apalagi kamu sebagai pasangannya?

2. Kalau urusan dosis pupuk, bahan praktikum yang terkontaminasi bisa membuatnya pusing setengah mati– bukankah itu tanda bahwa ia punya kepekaan tinggi?
Anak pertanian memang banyak praktikum, di sawah di ladang dan juga di laboratorium. Semua yang dia praktik kan harus sesuai dengan petunjuk dan dengan dosis yang pas agar praktikumnya berhasil.
Jika dengan bahan praktikumnya saja bisa demikian peduli dan perhatian, bayangkan betapa dia bisa peduli padamu yang jadi pasangannya ?

3.   Tanaman aja diperlukan dengan sempurna, apalagi kamu..
 Anak Pertanian pas lagi di lahan harus tau dosis pupuk yang pas untuk si tanaman-tanamannya, apa fungsi pupuk tersebut buat si tanaman, gimana kalau tanaman tersebut kena kahat, apakah pupuknya sesuai, gimana dampaknya kalau pupuknya over, dan gimana gimana perakuan-perlakuan yang lain supaya tanaman tersebut berproduksi dengan baik.
Tanaman aja diperlakukan sesempurna itu. Gimana kamu

4.   Kuliahnya tak sekadar duduk di belakang meja, Namun harus dapat membuat sebuah realita, itu yang membuat mereka pantang putus asa !
Dimana lagi kamu bisa menemukan mahasiswa yang pagi-pagi udah berjibaku dengan tanah dan cangkul? Mereka tak hanya duduk di kelas dan mendengarkan dosen bicara, wajib halnya turun langsung ke lapangan demi mendapatkan data yang benar-benar nyata
Malu? Minder diliat anak fakultas lain? Ahhh..omong kosong, Cuma orang yang pantang putus asa yang dapat bertahan di sini--

5.   Saat tak tahu arah pembicaraan, mereka juga luwes menemukan benang merah yang bisa menyatukan
Kelebihan fakultas pertanian adalah mereka yang dapat membawa diri lebih mumpuni, tak hanya bangku kuliah mereka memang dituntut agar bisa pintar dalam menyesuaikan diri, namun juga dalam dunia masyarakat
Tidak hanya belajar mengenai madzhab pertanian, mahasiswa fakultas pertanian juga juga diajarkan bagaimana cara membangun komunikasi yang baik,dengan adanya mata kuliah penyuluhan pertanian, mereka dituntut agar dapat memahamikomunikasi dari berbagai kalangan, latar belakang dan strata pendidikan
Waktu kamu dan dia hampir habis kehabisan bahan pembicarakan, dia akan segera menemukan titik tengah yang segera kembali menyatukan

6.   Saat Bersamanya, Kamu Tak Harus Repot Menutupi Kekurangan. Dalam perkuliahannya Dia Sudah Pernah Mengalami Banyak Hal yang Lebih Menggelikan
Pernahkah kamu mengaduk aduk kotoran sapi untuk tugas kuliah? Mengaduk kompos yang membuat kuku kalian berubah menjadi hitam? Memulung ampas tebu di mamang penjual tebu? Memungut kulit durian di tempat sampah di  taman kota? Atau berjibaku dengan ulat-ulat di tanaman? dan berpanas-panasan di ladang sementara mahasiswa lain menikmati ruang ber-AC di ruang perkuliahan?
Nah, gimana dengan punya pasangan calon sarjana pertanian? Jangan khawatir, karena mereka terlatih menjadi orang yang tidak manja, jadi mereka bisa dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Mereka tidak akan pernah jijik dengan kelakuan-kelakuan pasangannya yang jorok.
Kalau hanya bersendawa di depan umum atau kentut sembarangan no problem lah :p
Kamu Bebas Jadi ‘Apa Adanya’
7.   Dia gak akan ngapalin Bagaimana Sifat dan Tingkah Lakumu, Tapi Dia Lebih Memilih Untuk Berusaha Memahamimu
Karena beban perkuliahan yang mereka jalani, ya kali mereka bakal ngapalin anatomi dan morfologi setiap spesies tanaman, pH yang sesuai dan syarat tumbuh semua tanaman. Mereka akan berevolusi menjadi makhluk yang lebih suka memahami apa yang mereka lihat dan pelajari.
Begitu juga perlakuannya padamu. Dia nggak akan menghafalkan perilaku dan sifat-sifatmu, tapi dia akan memahami dan mengerti semua hal yang ada dalam  dirimu. Jika kau dan dia berselisih, dia juga tak akan berbelit-belit mempermasalahkan apa yang terjadi, tapi dia lebih memilih untuk memahami bagaimana situasi dan kondisinya, mengapa itu bisa terjadi dan bagaimana solusi terbaiknya.
Itu akan membuat hubungan kalian minim drama. Tak perlu lagi ada kode-kode di udara

8.   Mereka terbiasa lugas, komunikatif, dan Percaya diri. Jika punya aspirasi , mereka tak akan berusaha menyamarkannya dengan kode-kode penuh misteri
Contoh saja saat praktikum di laboratorium ,mahasiswa tak akan segan untuk bertanya pada laboran bagaimana cara nya praktikum acara 1, acara 2 dan seterusnya
Ya kali saat di lab dia bereksperimen sendiri, saat salah praktikum pun mahasiswa pertanian tak segan meminta saran dan solusi kepada sang laboran
Kamu gak akan menemukan harapannya dalam hubungan di kamuflase dalam kode-kode yang nyaris mustahil di pecahkan, Namanya juga mahasiswa yang terbiasa dengan
kepastian?

9.   Jika Kamu justru bicara dalam kode, tak perlu cemas juga. Dia punya kemampuan analisis berkat memahami kalimat dalam penprak yang dia punya
 Ketika mereka sudah menganalisa fakta di lahan, pasti kita akan studi di laboratorium juga. Di laboratorium, mahasiswa Pertanian melakukan berbagai macam analisa! Bekat penunjuk praktikum yang dia punya, dia bisa mulai beranalisis dari analisis kimia, biologi, fisika, pergerakan fotosistesis tumbuhan, dan tak lupa juga analisa hama dan penyakit tanaman. Tuh, tanaman aja bisa dianalisis detil. Apalagi kamu? Eaaaa…
Nah, karena itu kamu tak perlu khawatir ketika kamulah yang terbiasa menyampaikan keinginan dalan bentuk Kode –kode rahasia , Sebagai pencari kepastian dia akan sabar mengolah dan menebak apa yang sebenarnya kau maksudkan

10.   Perkuliahan di Fakultas Pertanian Membentuk Mereka Jadi Pribadi yang Perasa dan Peduli dengan Sekitarnya
Dia yang terbiasa melibatkan perasaan dalam kesehariannya akan bertumbuh jadi pribadi yang peka. Untuk memberi setetes pereaksi bial pun dia hati-hati, Kepekaan inilah yang membuatnya begitu mengerti diri sendiri, “melihat” lingkungan, dan gak malas-malas berusaha memahamimu. Sekalipun kamu punya “kode-kodean” yang paling absurd, dia bisa kok menerjemahkan maumu. Ah, pasanganmu yang anak pertanian layak kok dapat predikat “yang paling memahami maumu”. Ecieeehhh…

11.         Banyaknya Materi Kuliah Secara Tak Sadar Membuatnya Dengan Mudah “Melupakan Masa Lalu.” Kesalahanmu yang Dulu Tak Akan Ribut Diungkitnya, Dia Lebih Memilih Melepaskannya
Dan sekali lagi, dengan beban perkuliahannya yang seabrek, mereka akan lebih memilah dan menyimpan informasi yang penting dipikirannya.
Kuliah semester 1 mah lewat kalau udah masuk semester baru, lupakan, waktunya move on ke semester 2. Dan seterusnya.
Jadi, kamu gak usah khawatir kalu dulu kamu punya mantan banyak atau sejenisnya kemungkinan besar mereka udah lupa kok :p
Ngapain mikirin yang lalu, mikirin yang sekarang aja udah pusing maaakk… hehehehe

12.         Kamu tak perlu susah-susah lagi memikirkan souvenir pernikahanmu

 Karyamu di kultur jaringan atau benih-benih buah dan sayuran yang unggul bisa kamu jadikan acuan bukan? Selain bermanfaat bagi tamu undangan itu juga bakal menjadi souvenir pernikanmu yang anti mainstream :D

13.         Saat Prewedding, Kamu gak akan dipusingkan dengan Spot, Banyak Konsep Prewedding yag sudah tercipta di Kepala
 Mereka yang dari pertanian pasti mempunyai jiwa petualang yang tinggi. Tentunya, tempat-tempat yang dikunjungi ya seputar tanaman. Praktikumnya anak Pertanian itu dilakukan di perkebunan. Entah perkebunan teh, perkebunan apel, perkebunan jambu kristal, perkebunan jeruk, dsb. Bahkan di pantai dengan deburan ombak dan pegunungan yang sejuk pun pun bisa kamu jadikan referensi
Nah ini bisa kalian jadikan sebagai referensi untuk konsep pre wedding bertemakan garden atau camp, makin sempurna deh menuju ke altar pernikahan mu :p

14.         Di Tengah Padatnya Jadwal, Merelakan Waktu Untuk Bertemu Denganmu Adalah Sebuah Bentuk Kompromi. Kebersamaan Kalian pun Pasti Memiliki Kualitas Tinggi
Seperti mahasiswa pada umumnya, jadwal padat juga berlaku untuk mahasiswa pertanian . Pagi-siang kuliah, sore praktikum, malam ngerjain laporan adalah rutinitas setiap hari. Apalagi kalau inhal praktikum dan harus ngulang praktikum di hari lain. Ergghhhh
Karena itulah, buat kamu yang punya pasangan seorang calon sarjana pertanian , maklumilah kalau dia sibuk sehingga kalian jarang ketemu dan tidak punya banyak waktu untukmu. Tapi yang penting, ketika akhirnya dia punya waktu dan kalian bisa bertemu, dijamin bakal quality time banget deh..

15.         Kemampuan Membawa Diri Anak-anak Pertanian pun Jawara
Anak pertanian bisa bergau dengan banyak oang dari berbagailatar belakang, mulaidari sesama mahasiswa, dosen, laboran, penyuluh, petani, peternak, hingga pegawai dinas
Mereka adalah manusia yang di didik dengan kemampuan sosial yang tetap jawara, Gak perlu khawatir dia kagok di bawa di tengah keluargamu yang heboh, Diproyek tempatnya magang  dulu, dia sudah pernah merasakan penyesuaian sosial yang lebih berat

16.         Mereka sebenarnya penyabar dan tak mudah menyerah,  Meski dihujani stigma negatif, toh mereka tetap bertahan. Bukankah gigih adalah salah satu kriteria pasangan idaman?
Penumpang Bus   : “Mbak, turun sini juga?”
Aku                       : “Iya.”
Penumpang Bus   : “Di sini kuliah? Di fakultas apa?”
Aku                       : “Iya, kuliah di Fakultas Pertanian.”
Penumpang Bus   : (tertawa kecil) “Pertanian? Ambil Pertanian kok jauh-jauh ke Mbak? ‘Kan urusan menanam bisa belajar dari orang tua!”
Aku                       : (cukup hadapi dengan senyuman) 

Meski di hujani stigma negatif kalau mahasiswa pertanian tak punya kejelasan, absur, abu-abu, tak punya masa depan yang jelas, mereka yangkuliah di fakultas pertanian bdrusaha untuk tabah. Mereka tauk mau mengkambinghitamkan fakutasnya.
Mereka sadar, bahwa Indonesia ini negara agraris, negara yang sebagian besar penduduknya bergantung pada sektor pertanian,aapa jadinya kalau indonesia ttak miliki sarjana pertanian yang mumpuni ? bagai macan ompong atau mungkin serigala berbulu domba

Nah, jika dia saja mau bersikap peka pada hatinya, dia bisa demikian gigih dan begitu peduli dengan nasib negaranya, kira-kira apa yang bisa dia lakukan untuk kamu dan hubungan kalian ? *think*

17.         Walau Profesinya Masih Sering Disepelekan, Para Sarjana Pertanian Tetap Bekerja Dengan Penuh Dedikasi. Kalau Sudah Begini, Tak Layakkah Mereka Dicintai?
Pernah denger Dinas Pertanian? Atau mungkin Menteri Pertanian? Atau mungkin penyuluh pertanian?  Indonesia negara agraris? Atau pertanian organik?
Sesungguhnya  para lulusan fakultas pertanian sangat berjasa dalam tiap sisi kehidupan masyarakat. Nasi, sayur dan buah yang kamu makan misalnya, tanpa mereka pertanian tak akan berjalan mulus dan produktivitas pertanian tak seminim dulu, dengan teknologi mutakhir saat ini kalian juga bisa menikmati buah-buah hasil persilangan yang lebih ajib :D
Pertanian itu asyik, pertanian itu menarik, dan menjadi mahasiswa Pertanian itu menyenangkan! Semua orang membutuhkan jasamu di bidang pertanian. Pak Tani dan Bu Tani tak akan memiliki hasil panen yang baik jika tak ada bantuan dari kalian, dan tidak akan  ada yang bisa makan kalau sumber hasil pertanian itu tidak ada.
Anak Pertanian tetap sabar dan rendah hati, ikhlas dan sepenuh hati bekerja walaupun seringkali dipandang sebelah mata
.
18.         Dengan Segala Kelebihan dan Kekurangannya, Mereka yang Kelak Mendapat Titel ‘SP’ Adalah Orang yang Layak Kamu Perjuangkan
Mereka adalah orang-orang berani, tak kenal rasa jijik, ulet, telaten, penyabar, peka, namun tak sombong. Mereka memiliki kepribadian lengkap yang patut untuk kamu banggakan sebagai seorang pendampingmu.Mereka tidak akan pernah segan untuk memperjuangkannya. Oleh karena itu, sangat tepat bagimu untuk memperjuangkan orang yang mau berjuang demi kamu.
Mungkin banyak orang yang belum tahu istimewanya mereka calon sarjana pertanian. Setelah kamu membaca artikel ini, jika pasanganmu adalah seorang calon sarjana pertanian, cobalah katakan “kamu itu istimewa” padanya. Jika dia gebetanmu, tak perlu menunggu lagi, cepat resmikan hubungan kalian. Atau jika kamu masih single dan mulai tertarik pada calon sarjanapertanian, main-mainlah ke fakultas mereka.
Hokyaaaaa~~~

Senin, 13 Oktober 2014

LKMM (Latihan Kepemimpinan Managemen Mahasiswa) dan PEMBIBITAN



(10/10/14) Tepatnya pukul 13.00 WIB, BEM petanian mengadakan LKMM (Latihan Kepemimpinan Managemen Mahasiswa) dan pembibitan yang berlangsung selama 3 hari di gedung R lantai 2B Fakultas Pertanian UMK dan Desa Colo. Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh mahasiswa baru fakultas pertanian.
Kegiatan yang di buka oleh Ir. Supari selaku wakil dekan III Fakultas Pertanian mendapat tanggapan positif dari beliau, dalam pembukaannya beliau menghimbau “kegiatan ini merupakan kegiatan yang positif, selain untuk menambah pengetahuan juga melatih soft skill mahasiswa.”
Tak tanggung-tanggung, sebagai pemateri dalam LKMM kali ini,  BEM FAPERTA mengundang bapak Faiq Yusron, SP (Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Pati) yang menyampaikan materi tentang kepemimpinan, Sutriman (Alumni BEM Fakultas Pertanian 2004) menyampaikan materi tentang problem solving, dan bapak Ali Muhtar, SP (Ketua Gabungan Kelompok Tani Jepara) yang menyampaikan materi mengenai menegement waktu.
(11/10/14) kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan pembibitan yang dilakukan didepan sekretariat BEM FAPERTA. Tanaman yang dibibitkan adalah tanaman buah-buahan antara lain mangga, klengkeng, nangka, dan sawo. “rencananya setelah 3 bulan nanti bibit akan ditanam di lahan sekitar kampus” Yusron Afifi (Ketua Panitia).
Setelah pembibitan selesai kegiatan dilanjutkan dengan lomba TPK (Teknologi Pertanian Kretif). Setiap peserta diwajibkan membuat sebuah kreasi teknologi tentang pertanian. Lomba ini dimaksudkan untuk mengasah kreatifitas mahasiswa baru dalam pengembangan teknologi pertanian terkini. Setelah lomba selesai kegiatan dilanjutkan ke Desa Colo. Kendati menggunakan truk sebagai alat transportasi namun, mahasiswa baru tetap bersemangat untuk mengikuti kegiatan ini.
Pada malam LKMM dan pembibitan di adakan pentas seni (pensi) dengan tema pertanian, malam puncak pensi ini di hadiri oleh banyak sekali tamu diantaranya anggota MAPALA UMK (Mahasiswa Pencinta Alam), serta alumni fakultas pertanian yang ikut menyemarakkan malam puncak kegiatan.
“Makrab tahun ini keren banget salut sama anak-anak BEMnya, jaga kekompakan kalian bro” menurut Suyono, SP selaku alumni fakultas pertanian.
(12/10/14) dilakukan hiking ke rejenu dan out bond yang di maksudkan untuk melatih kekompakan, kreatifitas, leadership, management, serta mangatasi konflik dan penyelesaiannya.
Dalam perjalanan pulang mahasiswa pertanian melakukan bakti sosial di areal wisata tersebut dengan cara membersihkan sampah disepanjang jalan pulang dari areal wisata rejenu ke balai Desa Colo.
 “Terimakasih atas tiga hari yang istimewa, semoga menjadikan kita lebih semangat dan kreatif dalam menghadapi hari esok” ungkap Drajat Puji Stiawan yang merupakan salah satu anggota kegitan LKMM dan pembibitan tersebut.
Kegitan KLMM dan pembibitan kali ini meninggalkan banyak cerita sebelum akhirnya di tutup oleh kepala Desa Colo. Kegiatan diakhiri dengan pemberian bibit tanaman kakao kepada Kepala Desa Colo oleh ketua panitia yang rencananya akan ditanam disekitar Balai Desa.

Senin, 15 September 2014

BEM FAPERTA, Gadang Kabinet “ALAY"



Dalam rangka mewujudkan kinerja Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FAPERTA) yang inovatif, pada hari Minggu 14 September 2014 BEM FAPERTA mengadakan Rapat Kerja (Raker) untuk periode satu tahun kedepan. Kegiatan bertempat di Gedung Rektorat ruang seminar lantai 4 Universitas Muria Kudus dengan diikuti oleh seluruh anggota BEM Fakultas Pertanian 2014/2015, anggota BEM FAPERTA demisioner dan delegasi dari komisaris tingkat pada tiap semester fakultas pertanian.
Kegiatan yang di buka oleh Bapak Ir. Supari, M.Si selaku wakil dekan III bidang kemahasiswaan Fakultas Pertanian ini, berlangsung sepanjang hari penuh. Kendati demikian tidak mengurangi antusiasme peserta dari masing- masing departemen. “Dengan adanya rapat  kerja ini saya berharap dapat menghasilkan kegiatan-kegiatan yang mampu membawa fakultas pertanian menjadi lebih baik.” Tutur beliau dalam sambutan singkatnya.
Kabinet ALAY” itulah nama yang di usung oleh Anif Faris Asrofi selaku presiden BEM FAPERTA 2014/2015. “kabinet alay di sini bukanlah anak layangan yang sering di pakai dalam dialog remaja saat ini, namun alay di sini adalah Action (aksi), Learn (belajar), Ability (cakap), and Young (muda).” paparnya.
Kegiatan raker tersebut berlangsung cukup lama sebelum akhirnya menghasilkan 21 program kerja yang merupakan kegiatan dari 5 departemen BEM FAPERTA kedepannya, yakni departemen penalaran dan keilmuan, departemen minat dan bakat, departemen lingkungan hidup, departemen sosial dan kominfo dan departemen kewirausahaan. “saya harap dengan banyaknya program kerja yang diajukan ini, tidak hanya sekedar gagasan dalam sebuah forum saja. Namun dapat di jalankan sebaik mungkin demi kemajuan kita bersama.” Ungkap Anif ketika diwawancarai pada akhir kegiatan.
Sebelum berakhirnya kegitan raker tersebut di susul dengan penyampaian Laporan Pertanggung jawaban (LPJ) BEM FAPERTA 2013/2014 oleh Muhamad Sofian selaku presiden Demisioner. Kemudian di lanjutkan dengan pemutaran video dari BEM FAPERTA 2013/2014 yang menggambarkan kegiatannya selama menjabat sebagai BEM FAPERTA.
Hidup-hidupilah organisasi, jangan mencari penghidupan dari oganisasi”. Demikianlah kutipan terakhir pemutaran video tersebut yang merupakan pesan sekaligus harapan bagi BEM FAPERTA 2014/2015. (Bemfapertaumk)