Sarjana Pertanian? Pasti yang di benak kamu tentang macul, sawah,
tanah, tanaman dan hal-hal kotor lainnya. Memang Fakultas Pertanian
tidak sepopuler Fakultas lainnya. dan betul mereka menanam dan
memelihara berbagai jenis tanaman, tapi apa yang mereka peajari bukan
hanya sekadar memelihara makhluk makhluk ciptaan Tuhan. Mereka mempunyai
tugas mulia dengan Jargonnya Feed the world :D Makanan merupakan
kebutuhan primer untuk kita. Tanpa makanan apa yang bakal terjadi?
Percayakah
kamu, kalau mahasiswa yang kuliah di Fakultas pertanian adalah dia
yang harus kamu pertahankan, apa memangnya yang membuat mereka punya
nilai plus sebagai pasangan?Kenapa mereka layak dijadikan sebagai
pasangan idaman?
1. Anak pertanian tak pilih-pilih dalam makan, mengajaknya ke Warteg dan Jajanan Kaki lima pun tak akan membuat mereka keberatan
Well,
sebagai anak pertanian mereka tau bagaimana susahnya menanam sampai
memanen makanan yang mereka makan. Mereka akan lebih menghargai makanan
tersebut.
Mereka enggak bakal risih jika kamu mengajak ke Warteg
atau Pedagang kaki lima engan alasan enggak high class dan mentereng .
Mereka dengan senang hati akan memakannya.
Makanan aja mereka hargai sebegitunya , apalagi kamu sebagai pasangannya?
2. Kalau urusan dosis pupuk, bahan praktikum yang terkontaminasi bisa membuatnya pusing setengah mati– bukankah itu tanda bahwa ia punya kepekaan tinggi?
Anak
pertanian memang banyak praktikum, di sawah di ladang dan juga di
laboratorium. Semua yang dia praktik kan harus sesuai dengan petunjuk
dan dengan dosis yang pas agar praktikumnya berhasil.
Jika dengan
bahan praktikumnya saja bisa demikian peduli dan perhatian, bayangkan
betapa dia bisa peduli padamu yang jadi pasangannya ?
3. Tanaman aja diperlukan dengan sempurna, apalagi kamu..
Anak
Pertanian pas lagi di lahan harus tau dosis pupuk yang pas untuk si
tanaman-tanamannya, apa fungsi pupuk tersebut buat si tanaman, gimana
kalau tanaman tersebut kena kahat, apakah pupuknya sesuai, gimana
dampaknya kalau pupuknya over, dan gimana gimana perakuan-perlakuan yang
lain supaya tanaman tersebut berproduksi dengan baik.
Tanaman aja diperlakukan sesempurna itu. Gimana kamu
4. Kuliahnya
tak sekadar duduk di belakang meja, Namun harus dapat membuat sebuah
realita, itu yang membuat mereka pantang putus asa !
Dimana
lagi kamu bisa menemukan mahasiswa yang pagi-pagi udah berjibaku dengan
tanah dan cangkul? Mereka tak hanya duduk di kelas dan mendengarkan
dosen bicara, wajib halnya turun langsung ke lapangan demi mendapatkan
data yang benar-benar nyata
Malu? Minder diliat anak fakultas lain? Ahhh..omong kosong, Cuma orang yang pantang putus asa yang dapat bertahan di sini--
5. Saat tak tahu arah pembicaraan, mereka juga luwes menemukan benang merah yang bisa menyatukan
Kelebihan
fakultas pertanian adalah mereka yang dapat membawa diri lebih mumpuni,
tak hanya bangku kuliah mereka memang dituntut agar bisa pintar dalam
menyesuaikan diri, namun juga dalam dunia masyarakat
Tidak hanya
belajar mengenai madzhab pertanian, mahasiswa fakultas pertanian juga
juga diajarkan bagaimana cara membangun komunikasi yang baik,dengan
adanya mata kuliah penyuluhan pertanian, mereka dituntut agar dapat
memahamikomunikasi dari berbagai kalangan, latar belakang dan strata
pendidikan
Waktu kamu dan dia hampir habis kehabisan bahan
pembicarakan, dia akan segera menemukan titik tengah yang segera kembali
menyatukan
6. Saat Bersamanya, Kamu Tak Harus Repot Menutupi Kekurangan. Dalam perkuliahannya Dia Sudah Pernah Mengalami Banyak Hal yang Lebih Menggelikan
Pernahkah
kamu mengaduk aduk kotoran sapi untuk tugas kuliah? Mengaduk kompos
yang membuat kuku kalian berubah menjadi hitam? Memulung ampas tebu di
mamang penjual tebu? Memungut kulit durian di tempat sampah di taman
kota? Atau berjibaku dengan ulat-ulat di tanaman? dan berpanas-panasan
di ladang sementara mahasiswa lain menikmati ruang ber-AC di ruang
perkuliahan?
Nah, gimana dengan punya pasangan calon sarjana
pertanian? Jangan khawatir, karena mereka terlatih menjadi orang yang
tidak manja, jadi mereka bisa dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan
sekitar. Mereka tidak akan pernah jijik dengan kelakuan-kelakuan
pasangannya yang jorok.
Kalau hanya bersendawa di depan umum atau kentut sembarangan no problem lah :p
Kamu Bebas Jadi ‘Apa Adanya’
7. Dia gak akan ngapalin Bagaimana Sifat dan Tingkah Lakumu, Tapi Dia Lebih Memilih Untuk Berusaha Memahamimu
Karena
beban perkuliahan yang mereka jalani, ya kali mereka bakal ngapalin
anatomi dan morfologi setiap spesies tanaman, pH yang sesuai dan syarat
tumbuh semua tanaman. Mereka akan berevolusi menjadi makhluk yang lebih
suka memahami apa yang mereka lihat dan pelajari.
Begitu juga
perlakuannya padamu. Dia nggak akan menghafalkan perilaku dan
sifat-sifatmu, tapi dia akan memahami dan mengerti semua hal yang ada
dalam dirimu. Jika kau dan dia berselisih, dia juga tak akan
berbelit-belit mempermasalahkan apa yang terjadi, tapi dia lebih memilih
untuk memahami bagaimana situasi dan kondisinya, mengapa itu bisa
terjadi dan bagaimana solusi terbaiknya.
Itu akan membuat hubungan kalian minim drama. Tak perlu lagi ada kode-kode di udara
8. Mereka
terbiasa lugas, komunikatif, dan Percaya diri. Jika punya aspirasi ,
mereka tak akan berusaha menyamarkannya dengan kode-kode penuh misteri
Contoh
saja saat praktikum di laboratorium ,mahasiswa tak akan segan untuk
bertanya pada laboran bagaimana cara nya praktikum acara 1, acara 2 dan
seterusnya
Ya kali saat di lab dia bereksperimen sendiri, saat
salah praktikum pun mahasiswa pertanian tak segan meminta saran dan
solusi kepada sang laboran
Kamu gak akan menemukan harapannya
dalam hubungan di kamuflase dalam kode-kode yang nyaris mustahil di
pecahkan, Namanya juga mahasiswa yang terbiasa dengan
kepastian?
9. Jika
Kamu justru bicara dalam kode, tak perlu cemas juga. Dia punya
kemampuan analisis berkat memahami kalimat dalam penprak yang dia punya
Ketika
mereka sudah menganalisa fakta di lahan, pasti kita akan studi di
laboratorium juga. Di laboratorium, mahasiswa Pertanian melakukan
berbagai macam analisa! Bekat penunjuk praktikum yang dia punya, dia
bisa mulai beranalisis dari analisis kimia, biologi, fisika, pergerakan
fotosistesis tumbuhan, dan tak lupa juga analisa hama dan penyakit
tanaman. Tuh, tanaman aja bisa dianalisis detil. Apalagi kamu? Eaaaa…
Nah,
karena itu kamu tak perlu khawatir ketika kamulah yang terbiasa
menyampaikan keinginan dalan bentuk Kode –kode rahasia , Sebagai pencari
kepastian dia akan sabar mengolah dan menebak apa yang sebenarnya kau
maksudkan
10. Perkuliahan di Fakultas Pertanian Membentuk Mereka Jadi Pribadi yang Perasa dan Peduli dengan Sekitarnya
Dia
yang terbiasa melibatkan perasaan dalam kesehariannya akan bertumbuh
jadi pribadi yang peka. Untuk memberi setetes pereaksi bial pun dia
hati-hati, Kepekaan inilah yang membuatnya begitu mengerti diri sendiri,
“melihat” lingkungan, dan gak malas-malas berusaha memahamimu.
Sekalipun kamu punya “kode-kodean” yang paling absurd, dia bisa kok
menerjemahkan maumu. Ah, pasanganmu yang anak pertanian layak kok dapat
predikat “yang paling memahami maumu”. Ecieeehhh…
11. Banyaknya
Materi Kuliah Secara Tak Sadar Membuatnya Dengan Mudah “Melupakan Masa
Lalu.” Kesalahanmu yang Dulu Tak Akan Ribut Diungkitnya, Dia Lebih
Memilih Melepaskannya
Dan sekali lagi, dengan beban
perkuliahannya yang seabrek, mereka akan lebih memilah dan menyimpan
informasi yang penting dipikirannya.
Kuliah semester 1 mah lewat kalau udah masuk semester baru, lupakan, waktunya
move on ke semester 2. Dan seterusnya.
Jadi, kamu gak usah khawatir kalu dulu kamu punya mantan banyak atau sejenisnya kemungkinan besar mereka udah lupa kok :p
Ngapain mikirin yang lalu, mikirin yang sekarang aja udah pusing maaakk… hehehehe
12. Kamu tak perlu susah-susah lagi memikirkan souvenir pernikahanmu
Karyamu
di kultur jaringan atau benih-benih buah dan sayuran yang unggul bisa
kamu jadikan acuan bukan? Selain bermanfaat bagi tamu undangan itu juga
bakal menjadi souvenir pernikanmu yang anti mainstream :D
13. Saat Prewedding, Kamu gak akan dipusingkan dengan Spot, Banyak Konsep Prewedding yag sudah tercipta di Kepala
Mereka
yang dari pertanian pasti mempunyai jiwa petualang yang tinggi.
Tentunya, tempat-tempat yang dikunjungi ya seputar tanaman. Praktikumnya
anak Pertanian itu dilakukan di perkebunan. Entah perkebunan teh,
perkebunan apel, perkebunan jambu kristal, perkebunan jeruk, dsb. Bahkan
di pantai dengan deburan ombak dan pegunungan yang sejuk pun pun bisa
kamu jadikan referensi
Nah ini bisa kalian jadikan sebagai
referensi untuk konsep pre wedding bertemakan garden atau camp, makin
sempurna deh menuju ke altar pernikahan mu :p
14. Di
Tengah Padatnya Jadwal, Merelakan Waktu Untuk Bertemu Denganmu Adalah
Sebuah Bentuk Kompromi. Kebersamaan Kalian pun Pasti Memiliki Kualitas
Tinggi
Seperti mahasiswa pada umumnya, jadwal padat juga
berlaku untuk mahasiswa pertanian . Pagi-siang kuliah, sore praktikum,
malam ngerjain laporan adalah rutinitas setiap hari. Apalagi kalau inhal
praktikum dan harus ngulang praktikum di hari lain. Ergghhhh
Karena
itulah, buat kamu yang punya pasangan seorang calon sarjana pertanian ,
maklumilah kalau dia sibuk sehingga kalian jarang ketemu dan tidak
punya banyak waktu untukmu. Tapi yang penting, ketika akhirnya dia punya
waktu dan kalian bisa bertemu, dijamin bakal
quality time banget deh..
15. Kemampuan Membawa Diri Anak-anak Pertanian pun Jawara
Anak
pertanian bisa bergau dengan banyak oang dari berbagailatar belakang,
mulaidari sesama mahasiswa, dosen, laboran, penyuluh, petani, peternak,
hingga pegawai dinas
Mereka adalah manusia yang di didik dengan
kemampuan sosial yang tetap jawara, Gak perlu khawatir dia kagok di bawa
di tengah keluargamu yang heboh, Diproyek tempatnya magang dulu, dia
sudah pernah merasakan penyesuaian sosial yang lebih berat
16. Mereka
sebenarnya penyabar dan tak mudah menyerah, Meski dihujani stigma
negatif, toh mereka tetap bertahan. Bukankah gigih adalah salah satu
kriteria pasangan idaman?
Penumpang Bus : “Mbak, turun sini juga?”
Aku : “Iya.”
Penumpang Bus : “Di sini kuliah? Di fakultas apa?”
Aku : “Iya, kuliah di Fakultas Pertanian.”
Penumpang Bus : (tertawa kecil) “Pertanian? Ambil Pertanian kok jauh-jauh ke Mbak? ‘Kan urusan menanam bisa belajar dari orang tua!”
Aku : (cukup hadapi dengan senyuman)
Meski
di hujani stigma negatif kalau mahasiswa pertanian tak punya kejelasan,
absur, abu-abu, tak punya masa depan yang jelas, mereka yangkuliah di
fakultas pertanian bdrusaha untuk tabah. Mereka tauk mau
mengkambinghitamkan fakutasnya.
Mereka sadar, bahwa Indonesia ini
negara agraris, negara yang sebagian besar penduduknya bergantung pada
sektor pertanian,aapa jadinya kalau indonesia ttak miliki sarjana
pertanian yang mumpuni ? bagai macan ompong atau mungkin serigala
berbulu domba
Nah, jika dia saja mau bersikap peka pada
hatinya, dia bisa demikian gigih dan begitu peduli dengan nasib
negaranya, kira-kira apa yang bisa dia lakukan untuk kamu dan hubungan
kalian ? *think*
17. Walau Profesinya Masih Sering Disepelekan, Para Sarjana Pertanian Tetap Bekerja Dengan Penuh Dedikasi. Kalau Sudah Begini, Tak Layakkah Mereka Dicintai?
Pernah
denger Dinas Pertanian? Atau mungkin Menteri Pertanian? Atau mungkin
penyuluh pertanian? Indonesia negara agraris? Atau pertanian organik?
Sesungguhnya
para lulusan fakultas pertanian sangat berjasa dalam tiap sisi
kehidupan masyarakat. Nasi, sayur dan buah yang kamu makan misalnya,
tanpa mereka pertanian tak akan berjalan mulus dan produktivitas
pertanian tak seminim dulu, dengan teknologi mutakhir saat ini kalian
juga bisa menikmati buah-buah hasil persilangan yang lebih ajib :D
Pertanian
itu asyik, pertanian itu menarik, dan menjadi mahasiswa Pertanian itu
menyenangkan! Semua orang membutuhkan jasamu di bidang pertanian. Pak
Tani dan Bu Tani tak akan memiliki hasil panen yang baik jika tak ada
bantuan dari kalian, dan tidak akan ada yang bisa makan kalau sumber
hasil pertanian itu tidak ada.
Anak Pertanian tetap sabar dan rendah hati, ikhlas dan sepenuh hati bekerja walaupun seringkali dipandang sebelah mata
.
18. Dengan Segala Kelebihan dan Kekurangannya, Mereka yang Kelak Mendapat Titel ‘SP’ Adalah Orang yang Layak Kamu Perjuangkan
Mereka
adalah orang-orang berani, tak kenal rasa jijik, ulet, telaten,
penyabar, peka, namun tak sombong. Mereka memiliki kepribadian lengkap
yang patut untuk kamu banggakan sebagai seorang pendampingmu.Mereka
tidak akan pernah segan untuk memperjuangkannya. Oleh karena itu, sangat
tepat bagimu untuk memperjuangkan orang yang mau berjuang demi kamu.
Mungkin
banyak orang yang belum tahu istimewanya mereka calon sarjana
pertanian. Setelah kamu membaca artikel ini, jika pasanganmu adalah
seorang calon sarjana pertanian, cobalah katakan “kamu itu istimewa”
padanya. Jika dia gebetanmu, tak perlu menunggu lagi, cepat resmikan
hubungan kalian. Atau jika kamu masih single dan mulai tertarik pada
calon sarjanapertanian, main-mainlah ke fakultas mereka.
Hokyaaaaa~~~